SEJARAH AWAL MULA PERAYAAN MAULID NABI ﷺ
Al-Imam al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthi, seorang Imam besar dan tokoh ulama madzhab syafiiyah
al-Hafidz imam as-Suyuthi menjelaskan di dalam kitabnya al-Hawi lil Fatawi tentang sejarah awal mula perayaan maulid Nabi sebagai berikut ;
Yang pertama kali melakukan perayaan maulid adalah Raja Irbil yaitu raja Mudhaffar Abu said Kaukabri bin Zainuddin Ali bin Buktikin, seorang raja yang agung, besar dan dermawan, dan ia memiliki peninggalan yang amat baik, dan beliaulah yang mendirikan dan memakmurkan masjid jami' al-Mudhaffari yang terletak di Safah Qasiyun,
Ibnu Katsir berkata dalam kitab tarikh-nya (al-Bidayah wan Nihayah), ia (raja Mudhaffar) merayakan acara Maulid yang mulia di bulan Rabiul awwal, ia membuat perayaan yang besar dan meriah, dan konon ia adalah sosok raja yang berani, berjiwa kesatria, sangat cerdik,pandai dan juga raja yang adil. Semoga Allah selalu mengasihinya juga memuliakan kedudukannya,
ia berkata : "dan Syaikh Abul Khattab ibnu Dihyah telah menuliskan untuknya beberapa kitab yang berkaitan dengan maulid Nabi. tulisan itu beri nama "at-Tanwir fi Maulidil Basyir an-Nadhir", maka atas karyanya tersebut ia lalu diberikan hadiah sebesar 1000 Dinar.
dan raja Mudhaffar memerintah begitu lama dimasa kerajaan-nya hingga kematian menjemput-nya dan ia dalam keadaan terkepung oleh pasukan Eropa di kota Aka tahun 630. Beliau adalah sosok pribadi yang terpuji lagi menyenangkan.
Dan telah berkata cucu dari Ibnu Jauzi di dalam kitab "Mir'ah Zaman" : "sebagian orang yang menjumpai pemerintahan al-Mudhaffar menceritakan tentang keadaan beberapa perayaan maulid bahwasanya hidangan yang terhitung pada perayaan itu adalah 5000 ekor kambing panggang, 10.000 ekor ayam, 100 kuda, 100.000 susu fermentasi, 30.000 piring hidangan manisan.
صلوا على النبي.
No comments:
Post a Comment