Saturday, December 24, 2016

BERKAH CINTA SUCI

BARAKAH CINTA SUCI

Suatu ketika disaat Baginda Rasulillah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sedang membaca khutbah jum'at ada sahabat yg memberanikan diri bertanya kepada Beliau, Kapan kiamat Ya Rasul ? para sahabat yg lain memberi isyarat kepada sahabat (yg bertanya) agar diam, namun ia memaksa dan mengulangi pertanyaannya.

Rasul bukannya menjawab tetapi malah balik bertanya kepada Sahabat tersebut

ما أعددت لها ؟

Apa yg kau siapkan untuk (menyambut datangnya) kiamat ?

Sahabat tersebut menjawab

حب الله ورسوله

Cinta kepada Allah dan Rasul-nya.

Mendengar jawaban itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda  :
إنك مع من أحببت

Engkau akan bersama orang yg kau cintai (dihari kiamat). HR. Baihaqi dg isnad yg sahih.

Hadits ini dg jelas menerangkan apa makna cinta kita kepada Baginda Rasulillah, cinta yg akan membuat kita berkumpul dibawah bendera (liwaul hamdi) Baginda Rasulillah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Dengan demikian, maulidan yg digelar oleh warga ASWAJA jelas bukanlah bid'ah, karena itu adalah wujud dari cinta mereka kepada Sang makhluk terbaik, Baginda Rasulillah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Jika cinta kita kepada Baginda Rasul akan mengantarkan kita pada keberuntungan ukhrawi maka berhati hatilah dg cinta jangan sampai diberikan kepada seseorang yg akan membuat kita celaka kelak, seperti cinta kepada para musuh Islam.

Jangankan kita makhluk yg punya akal, yg tidak punya akalpun akan mendapatkan barakah cinta jika benar dalam mempersembahkan cintanya.

Seorang mufassir terkenal, Imam Ibnu 'Athiyyah berkata : Pada tahun 469 H Ayahku mendengar Imam Abil Fadlal Ibnul Jauhari berkata :

إن من أحب أهل الخير نال من بركاتهم

كلب أحب أهل فضل وصحبهم فذكره الله فى القرآن معهم

Sesungguhnya siapapun yg cinta pada Ahlil Khair (orang-orang yg selalu berbuat baik) akan mendapat (kucuran) barakahnya.

(Sebagai contoh) Seekor anjing mencintai orang orang (yg punya) keutamaan dan (selalu) menyertainya, disebutkan
(diabadikan namanya) oleh Allah bersama orang orang tersebut.

Anjing dimaksud adalah anjingnya Ashabul Kahfi yg bernama Qithmir.

Seorang Ulama bernama Khalid Bin Ma'dan berkata :

ليس فى الجنة من الدواب سوى كلب أهل الكهف وحمار العزير وناقة صالح

Didalam surga tidak terdapat hewan apapun (dari hewan dunia) kecuali anjingnya Ashabul Kahfi, hemarnya Nabi 'Uzair dan untanya Nabi Shaleh.

Bahkan didalam Muqaddimah Ar-Risalah Al-Qusyairiyah terdapat kisah berikut.

يروى من كرامات الأستاذ الشيخ أنه كانت له فرس قد أهديت إليه، فاستخدمها عشرين سنة

فلما مات الأستاذ الشيخ حزنت عليه الفرس حزنا شديدا وبقيت أسبوعا لم تأكل فيه شيئا ثم ماتت

Diriwayatkan bahwa salah satu dari karamah Imam Al-Qusyairi adalah Beliau memiliki seekor kuda, hadiah dari seseorang. Kuda itu dirawat oleh Beliau selama 20 tahun.

Setelah Imam Al-Quyairi meninggal kuda itu sangat bersedih (terbukti) selama beberapa minggu kuda itu tidak mau makan hingga mati.

Referensi
🔹Hayatul Hayawan Al-Kubra, Kamaluddin Ad-Damiri, Juz 4 Hal. 420 Cet. Darul Ma'rifat

🔹Ar-Risalah Al-Qusyairiyah Hal. 9 Cet. Al-Haramain

🔹Kifayatul Akhyar Fihalli Ghayatil Ikhtishar, Juz 1 Hal. 151

🎍 Semoga Bermanfaat🎍
   ====🔹🔸🌷🔸🔹====

No comments:

Post a Comment