Wednesday, December 28, 2016

MEMPEROLEH SURGA KARENA SHALAWAT

MEMPEROLEH SURGA KARENA SHALAWAT

Disebutkan dalam kitab SYARAH TANQIHUL QAUL Bab Fadhilah bershalawat, pada hadist nabi

من صلى علي صلاة واحدة صلى الله عليه و ملأكته  عشرين مرة و لم يمت حتى يبشر بالجنة.

" Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali saja maka ALLAH dan malaikatnya akan bershalawat ( Rahmat dan keampunan ) kepadanya 20 kali dan dia tidak akan meninggal sehingga dia memperoleh berita gembira ( surga ).

Ulama safi bercerita : " Adalah tetanggaku seorang yang sangat boros, hari-harinya dalam kemaksiatan, mabuk- mabukan, dan aku selalu menasehati nya tapi tidak didengarnya dan aku juga mengajaknya bertaubat tapi tidak dihiraukannya. Hingga suatu hari dia meninggal. Pada malam itu aku bermimpi melihat dia memakai pakaian yang sangat mewah dan indah, dia duduk ditempat yang sangat mulai.

Aku menayakannya : " hai apa yang kamu kerjakan hingga kamu peroleh kedudukan ini ".

Dia menjawab : " pernah suatu hari saya menghadiri majlis zikir, aku mendengar seorang alim mengatakan : " siapa saja yg bershalawat kepada nabi dan meninggikan suaranya disediakan surga baginya.

Kemudian si Alim bershalawat dengar suara yang tinggi dan saya beserta orang-orang yang hadir ikut bershalawat dengat suara yang tinggi.
Karena itulah kami memperoleh pengampunan dan rahmat Allah dan aku memperoleh ini semua karena shalawat.

➡SYARAH TANQIHUL QAUL 12.

Mari kita perbanyak Shalawat supaya tumbuh rasa cinta kepada Rasulullah.

Bershalawatlah sebanyak mungkin sehingga jika sedang tidak bershalawat mulut kita bergerak untuk bershalawat.

NAJIS DALAM HATI

NAJIS DALAM HATI

Siapa yang tidak kenal Abu Yazid Al-Busthami Qadasallahu Sirrahu, termasuk pemimpin kaum sufi. Namun siapa sangka beliau pernah mendapat ilmu yang sangat berharga dari seekor anjing.

Seperti biasa, Abu Yazid suka berjalan sendiri di malam hari. Lalu dia melihat seekor anjing berjalan ke arahnya, anjing itu dengan bersahaja jalan tidak menghiraukan sang Syeikh, namun ketika sudah hampir dekat, Al-Busthami mengangkat jubahnya khuatir tersentuh anjing yang najis itu.

Spontan anjing itu berhenti dan memandangnya. Entah bagaimana Abu Yazid seperti mendengar anjing itu berkata padanya,
"Tubuhku kering tidak akan menyebabkan najis padamu, kalau pun engkau merasa terkena najis, engkau tinggal basuh 7x dgn air & tanah, maka najis di tubuhmu itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat jubahmu kerana menganggap dirimu yang berbaju badan manusia lebih mulia, dan menganggap diriku yang berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bersih walau kau basuh dengan 7 samudra lautan".

Abu Yazid tersentak dan minta maaf. Lalu sebagai permohonan maafnya dia mengajak anjing itu untuk bersahabat & jalan bersama. Tapi si anjing itu menolaknya.
"Engkau tidak patut berjalan denganku, mereka yang memuliakanmu akan mencemuhmu dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tahu mengapa mereka menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada sang Pencipta wujud ini, lihatlah aku juga tidak menyimpan dan membawa sebuah tulang pun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung gandum", lalu anjing itu pun berjalan meninggalkan Abu Yazid.

Abu Yazid masih terdiam, "Duhai Allah, untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaanMU saja aku tak layak, bagaimana aku merasa layak berjalan bersama denganMU, ampunilah aku dan sucikan hatiku dari najis ". Sejak itu Abu Yazid memuliakan dan mengasihi semua mahluk Tuhan tanpa syarat.

"Janganlah menganggap dirimu lebih suci dari yang lain, sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang paling suci di antara hamba-hamba-Nya" _(Surah an-Najm)_.

_Wallahualam_

Note: seorang hamba yg jernih bashirahnya (mata bathin), niscaya bisa mengambil hikmah yg sangat besar dari setiap peristiwa, bahkan jika ia datang dari binatang sekalipun. Dan kasih sayangilah makhluk-Nya, sbg bentuk syukur kpd Khaliq. Binatang pun lebih mulia daripada manusia yang kufur.

HEBATNYA ALARAM DOA

HEBATNYA ALARM DOA

🌺  Al-Habib Muhammad Bin Alawy Al-Aidarus yang terkenal dengan sebutan "Habib Sa'ad", yang juga salah satu guru dari Ad-Da'i Ilallah Al-Habib Umar Bin Hafidh berkata :

Barang siapa yg ingin bangun pada jam tertentu misalnya jam 03:30 maka hendaknya membaca dua ayat terakhir surat Al-Kahfi sebelum tidur Insya Allah akan terbangun pada jam yg diinginkan.

Dua ayat yg dimaksud adalah sebagai berikut.

(قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا 🔹 قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا)

Bahkan Syekh Nawawi Al-Banteni menisbatkan doa yang sejenis kepada Baginda Rasulillah SAW. Namun, dg cara yg sedikit berbeda dari apa yg disampaikan Al-Habib Sa'ad.

Dalam kitab " Salalimul Fudlala' Syarah Hidayatul Adzkiya' " Beliau memberikan penjelasan

(فائدة) روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من أراد أن ينام ويتنبه فى وقت كذا فإنه ينام على وضوء ويقرأ عند نومه (قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ) الى آخر السورة ويمسح بيده اليسرى صدره ويقول " أللهم نبهني فى وقت كذا أو ساعة كذا " فإنه يتنبه فى تلك الساعة لا محالة

Diriwayatkan dari Baginda Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :

Barang siapa yg hendak tidur dan ingin bangun (tepat waktu) pada jam (yg ditentukan) maka hendaknya tidur dalam keadaan punya Wudu'  dan membaca ayat (terakhir surat Al-Kahfi) dan mengusapkan tangan kirinya kebagian dada sambil berdoa

اللهم نبهني وقت ... أو ساعة ...

Allahumma Nabbihni Fi Waqti.... Aw Sa'ati......

Ya Allah Bangunkan hamba di jam ....... maka ia  akan bangun pas di jam itu.

Selamat mengamalkan, semoga kita termasuk hamba Allah yg disebutkan dalam QS Adz-Dzariyat : 17-18

(كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)

Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
Dan di akhir-akhir malam (waktu sahar) mereka memohon ampun (kepada Allah).

📚 Referensi
🔸 Salalim Al-Fudlala Hamisy Kifayatul Atqiya Hal.102

🔸Khawasis Suwar Wal Ayat Al-Qur'aniyah Hal. 16

HEBATNYA ALARAM DOA

HEBATNYA ALARAM DOA

🌺  Al-Habib Muhammad Bin Alawy Al-Aidarus yang terkenal dengan sebutan "Habib Sa'ad", yang juga salah satu guru dari Ad-Da'i Ilallah Al-Habib Umar Bin Hafidh berkata :

Barang siapa yg ingin bangun pada jam tertentu misalnya jam 03:30 maka hendaknya membaca dua ayat terakhir surat Al-Kahfi sebelum tidur Insya Allah akan terbangun pada jam yg diinginkan.

Dua ayat yg dimaksud adalah sebagai berikut.

(قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا 🔹 قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا)

Bahkan Syekh Nawawi Al-Banteni menisbatkan doa yang sejenis kepada Baginda Rasulillah SAW. Namun, dg cara yg sedikit berbeda dari apa yg disampaikan Al-Habib Sa'ad.

Dalam kitab " Salalimul Fudlala' Syarah Hidayatul Adzkiya' " Beliau memberikan penjelasan

(فائدة) روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من أراد أن ينام ويتنبه فى وقت كذا فإنه ينام على وضوء ويقرأ عند نومه (قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ) الى آخر السورة ويمسح بيده اليسرى صدره ويقول " أللهم نبهني فى وقت كذا أو ساعة كذا " فإنه يتنبه فى تلك الساعة لا محالة

Diriwayatkan dari Baginda Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :

Barang siapa yg hendak tidur dan ingin bangun (tepat waktu) pada jam (yg ditentukan) maka hendaknya tidur dalam keadaan punya Wudu'  dan membaca ayat (terakhir surat Al-Kahfi) dan mengusapkan tangan kirinya kebagian dada sambil berdoa

اللهم نبهني وقت ... أو ساعة ...

Allahumma Nabbihni Fi Waqti.... Aw Sa'ati......

Ya Allah Bangunkan hamba di jam ....... maka ia  akan bangun pas di jam itu.

Selamat mengamalkan, semoga kita termasuk hamba Allah yg disebutkan dalam QS Adz-Dzariyat : 17-18

(كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)

Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
Dan di akhir-akhir malam (waktu sahar) mereka memohon ampun (kepada Allah).

📚 Referensi
🔸 Salalim Al-Fudlala Hamisy Kifayatul Atqiya Hal.102

🔸Khawasis Suwar Wal Ayat Al-Qur'aniyah Hal. 16

BINATANG PUN BERTASBIH DAN BERSHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD

*BINATANG PUN BERTASBIH DAN BERSHALAWAT KEPADA RASULULLAH SAW*

Suatu ketika Nabi Daud As duduk di tempat ibadahnya sambil membaca kitab Taurat. Tiba-tiba beliau melihat ada ulat merah sedang berjalan di tanah.

Nabi Daud bergumam dalam hati, "Apa yang Allah kehendaki dengan menciptakan ulat ini?"

Kemudian Allah memberi ijin kepada ulat tersebut untuk berbicara. Ulat itu pun berkata,
"Wahai Nabiyullah, adapun siangku, Allah mengilhamiku untuk mengucapkan :
سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر
Sebanyak seribu kali.

Adapun malamku, Allah mengilhamiku untuk mengucapkan :

اللهم صل على محمد النبي الامي وعلى آله وصحبه وسلم
Sebanyak seribu kali.

Sedangkan engkau, apa yang engkau ucapkan sehingga aku bisa mengambil faidah darimu?".

Nabi Daud sangat menyesal karena telah menganggap remeh keberadaan ulat. Beliau takut, bertaubat dan berserah diri kepada Allah.

(Mukasyafatul Qulub karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali)

BERTAKWALAH DEMI ANAKMU

BERTAKWALAH DEMI ANAKMU

Ketika rasa malas untuk melakukan ibadah menghampiri atau terbetik keinginan untuk bermaksiat, ingatlah anak-anakmu.

Renungkanlah Firman Allah ta'ala :

وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

Dahulu ibu bapaknya adalah orang-orang shalih... (QS. Al Kahfi : 82).

Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas'ud, ketika beliau shalat malam sementara putra beliau yang masih kecil terlelap tidur, sembari memandangi putranya beliau lalu berkata :

من أجلك يا بني...

"Demi dirimu wahai anak ku.."

Lalu beliau sambil menangis membaca firman Allah :

وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

Dahulu ibu bapaknya adalah orang-orang shalih... (QS. Al Kahfi : 82).

Benar sekali, sesungguhnya ketakwaan orangtua sangat berpengaruh pada keshalihan anak-anaknya. Apabila orang tuanya shalih, hubungannya dengan Allah kuat, maka Allah akan menjaga anak-anaknya bahkan sampai cucu-cucunya. Seperti dalam kisah dalam surat al Kahfi, Allah menjaga simpanan harta kedua anak yatim itu dikarenakan kesalehan kakek mereka yang ketujuh.

Tuesday, December 27, 2016

TIGA MACAM TIPE WANITA

TIGA MACAM TIPE WANITA

Sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallaahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

النِّسَاءُ عَلَى ثَلاَثَةِ أَصْنَافٍ: صِنْفٌ كَالْعُرِّ، وَهُوَ الْجَرَبُ، وَصِنْفٌ كَالْوِعَاءِ تَحْمِلُ وَتَضَعُ، وَصِنْفٌ وَدُودٌ وَلُودٌ مُسْلِمَةٌ، تُعِينُ زَوْجَهَا عَلَى إِيمَانِهِ، وَهِيَ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الْكَنْزِ

Wanita itu ada tiga macam. Satu macam, seperti kudis, yaitu gatal-gatal. Satu macam seperti bejana, bisa hamil dan bisa melahirkan. Satu macam lagi penyayang, banyak anak dan Muslimah yang selalu membantu suaminya atas keimanannya. Wanita semacam ini lebih baik daripada harta simpanan.

Hadits riwayat al-Thabarani dalam Musnad al-Syamiyyin [683] Tammam dalam Fawaid-nya [1336] dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman [8352].

Hadits di atas menjelaskan tentang tiga macam tipe wanita yang dijadikan istri:

Pertama, wanita yang seperti kudis dan gatal-gatal, yang banyak mengganggu suami.

Kedua, wanita pasif yang hanya bisa hamil dan melahirkan.

Ketiga, wanita penyayang, bisa banyak anak, agamis dan dapat membantu suami dalam kebaikan. Tipe seperti ini yang bagus untuk dijadikan istri ke berapa saja.😊😊😀

Monday, December 26, 2016

MERAGUKAN REZEKI DARI ALLAH

MERAGUKAN REZEKI DARI ALLAH

Saat ini banyak orang yang secara tidak sadar telah mendustakan Allah; hati mereka mendustakan Allah.  Musibah ini berasal dari orang-orang kafir.  Kita wajib mengobatinya dengan hikmah.
 
Bencana kaum muslimin adalah keraguan mereka pada rezeki Allah dan keyakinan mereka pada usaha sendiri.  Musibah ini berasal dari orang-orang kafir.  Mereka berhasil memasarkan konsep ini di kalangan kaum muslimin.  Mereka ingin agar kaum muslimin meragukan ketakwaan, ilmu dan rezeki Allah Ta’âlâ.

Orang-orang mengira bahwa rezeki tersimpan dalam gudang-gudang pemerintah, pekerjaan (proyek) atau usaha-usaha lahiriah saja.  Keyakinan ini bertentangan dengan akidah Islam, bertentangan dengan tauhid, keimanan dan Quran.  Bertentangan dengan keimanan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

Seorang lelaki berkata kepada temannya, “Rezeki tidak bakal datang kecuali lewat usaha dan pekerjaan.” 

“Rezeki ada dalam kekuasaan Allah.  Usaha, kegiatan dan pekerjaan hanyalah salah satu penyebab datangnya rezeki.  Allah akan memberikan rezeki dengan atau tanpa sebab,” jawab temannya yang memiliki keimanan.

“Rezeki tidak akan pernah diperoleh kecuali dengan bekerja dan berusaha,” kata orang itu.

“Sudah kukatakan kepadamu bahwa pekerjaan dan usaha hanyalah sebab, Allah-lah yang sesungguhnya memberikan rezeki.”

“Baiklah, jika ucapanmu benar, duduklah di tempatmu ini dan aku akan berusaha dan bekerja.  Coba kita lihat nanti, siapa yang akan datang membawa  rezeki.”

“Silahkan.”

Lelaki itu lalu keluar.  Baru sampai di dekat pintu rumah, ia telah memperoleh sebuah apel.  Ia membawa apel itu dan memberikannya kepada temannya, “Lihatlah bagaimana usahaku membuahkan hasil.  Karena aku berusaha, maka aku mendapat rezeki.  Makanlah apel itu.”

Temannya membiarkannya hingga selesai berbicara.  Ia kemudian berkata, “Sekarang coba lihat, siapa yang sebenarnya memperoleh rezeki?”

“Aku, karena aku mau berusaha.”

“Mana rezekimu? Akulah yang memakan apel ini.  Aku yang memperoleh rezeki.  Kau tidak memperoleh apa-apa.  Kau hanyalah seorang pembantu (khadim).  Kau pergi hanya untuk mengambilkan rezekiku.  Meski aku duduk di rumah, tapi Allah memberiku apel.  Sedangkan kau pergi dan berusaha, tapi pulang dengan tangan kosong.  Allah hanya menjadikan kau sebagai pembantu, dan tidak memberimu apa-apa.  Mana rezekimu?” 

Lelaki itu terduduk, merenung.  Ia lalu berkata, “Lâ Ilâ ha Ilallah, benar sekali ucapanmu.  Kau duduk di rumah, tapi mendapatkan apel.  Sedangkan aku pergi dan berusaha tapi tidak memperoleh apa-apa.”

Contoh ini sengaja kubawakan agar kalian memahami bahwa sesungguhnya yang memberi rezeki adalah Allah.

(Habib Umar bin Hafizh, Manhaj Dakwah)

KENAPA HARUS BERDIRI KETIKA BERSHALAWAT

MAHALLUL QIYAM, MENGHADIRKAN RUH NABI ﷺ DALAM SALAM PENGHORMATAN.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلَّا رَدّ اللَّهُ عَلَيَّ رُوحِي، حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ".

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه Rasulullah ﷺ bersabda: Tidaklah seseorang di antara kalian mengucapkan salam penghormatan kepadaku melainkan Allah mengembalikan ruhku hingga aku menjawab salamnya.
Hadits riwayat Imam Abu Daud dan dinilai sahih oleh Imam an-Nawawi di dalam kitab al-Adzkar.

Ibnul Qoyyim al-Jauzi, berkata dalam kitab ar-Ruh :

وقال سلمان الفارسى أرواح المؤمنين في برزخ من الأرض تذهب حيث شاءت

Salman al-Farisi رضي الله عنه berkata : arwah kaum mu’minin berada di alam barzah dekat dari bumi dan dapat pergi ke mana saja menurut kehendaknya.
الروح - (ج 1 / ص 91)

Pada setiap di saat kita membaca Tasyahud dalam shalat, kita selalu mengucapkan:

" اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِي ّ"ُ

"Assalamualika ayyuhan nabi", Salam penghormatan kepada  engkau wahai Nabi

Silakan diperhatikan redaksinya, pada saat menyebut Nabi dalam shalat kita memakai kata ganti كَ atau kata ganti orang kedua atau dlamir mukhatab, yang berarti kamu atau anda. Kita tidak menyebut nabi dengan dlamir ghaib هُ atau dia, atau beliau, kita menyebut nabi dengan engkau. Ini artinya bahwa pada saat kita mengucapkan salam penghormatan , Allah menghadirkan ruh nabi Muhammad ﷺ untuk menjawab salam penghormatan dari kita.

Begitu juga pada saat Mahallul Qiyam pada peringatan Maulid Nabi saat saat kita berdiri mengucapkan salam penghormatan:

" يَا نَبِي سَلَامْ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْك "َ

Silakan diperhatikan, dalam kalimat yang kita baca "Wahai Nabi salam penghormatan kepadamu, Wahai Rasul salam penghormatan kepadamu", salam penghormatan kepada nabi inilah yang menghadirkan ruh nabi ﷺ pada saat itu. Demikianlah mengapa di acara peringatan maulid nabi ada moment berdiri.

والله أعلم....

Sunday, December 25, 2016

PESAN UNTUK LELAKI DAN PEREMPUAN

Pesan untuk lelaki & perempuan.

Isteri terlihat tidak cantik lagi dan pelit, yang salah siapa???

Dalam kitab Adab Nikah Hal 57 tertulis sebuah hadits :

من نكح المرأة لمالها وجمالها حرمه الله مالها وجمالها ومن نكح لدينها رزقه الله مالها وجمالها.
Artinya :

Lelaki yang menikahi seorang wanita karena harta & kecantikannya maka Allah akan menghilangkan kecantikan dan harta wanita itu bagi lelaki tersebut, dan lelaki yang menikahi wanita karena agamanya maka Allah akan memberikan kecantikan & harta wanita itu bagi lelaki tersebut.

Mari betulkan niat saat mau menikah, menikah dengan seorang wanita karena wanita itu shaleha dan orang yang taat.

Fenomena yang sering terjadi dalam sebuah rumah tangga adalah setelah beberapa tahun menikah seorang suami melihat isterinya tidak cantik lagi, seorang suami melihat isterinya pelit, padahal dimata orang lain isterinya masih cantik seperti dahulu ,isterinya seorang yang dermawan . Maka saat itu jangan pernah menyalahkan isteri, instropeksi diri, ada yang salah pada diri suami, yaitu pada awal pernikahannya, dia menikah karena isterinya banyak harta dan cantik, itulah motivatornya.

Maka Allah akan memberikan ganjaran kepada lelaki yang demikian, wajah cantik yang dilihatnya dahulu sekarang Allah nampakkan tidak cantik lagi dimatanya, harta yang dilihatnya banyak pada isterinya dahulu sekarang Allah perlihatkan bahwa harta itu tidak bisa berbagi dalam tangannya si lelaki ( suami).

Ingatlah bahwa kecantikan itu hadiah dari Allah bagi mata lelaki yang menikahi wanita karena agamanya.

Ingatlah bahwa harta wanita itu hadiah dari Allah bagi lelaki yang menikahi wanita karena agamanya.

Adakah telah engkau lupa harta Siti Khadijah yang berlimpah diberikan semuanya kepada Rasulullah SAW setelah mereka menikah.

Pesan bagi lelaki

Menikahlah dengan wanita karena agamanya maka dia akan selalu terlihat cantik dimata suaminya dan dermawan untuk suaminya .

Pesan bagi perempuan

Tanyakan kepada lelaki yang ingin menjadikanmu isteri, kenapa engkau mau menikah dengan ku ???

Ingat !!! Niat adalah fondasi dasar bagi seluruh perkara, jika niat tidak benar maka akhirnya akan muncul berbagai masalah.

Saturday, December 24, 2016

BERKAH CINTA SUCI

BARAKAH CINTA SUCI

Suatu ketika disaat Baginda Rasulillah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sedang membaca khutbah jum'at ada sahabat yg memberanikan diri bertanya kepada Beliau, Kapan kiamat Ya Rasul ? para sahabat yg lain memberi isyarat kepada sahabat (yg bertanya) agar diam, namun ia memaksa dan mengulangi pertanyaannya.

Rasul bukannya menjawab tetapi malah balik bertanya kepada Sahabat tersebut

ما أعددت لها ؟

Apa yg kau siapkan untuk (menyambut datangnya) kiamat ?

Sahabat tersebut menjawab

حب الله ورسوله

Cinta kepada Allah dan Rasul-nya.

Mendengar jawaban itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda  :
إنك مع من أحببت

Engkau akan bersama orang yg kau cintai (dihari kiamat). HR. Baihaqi dg isnad yg sahih.

Hadits ini dg jelas menerangkan apa makna cinta kita kepada Baginda Rasulillah, cinta yg akan membuat kita berkumpul dibawah bendera (liwaul hamdi) Baginda Rasulillah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Dengan demikian, maulidan yg digelar oleh warga ASWAJA jelas bukanlah bid'ah, karena itu adalah wujud dari cinta mereka kepada Sang makhluk terbaik, Baginda Rasulillah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Jika cinta kita kepada Baginda Rasul akan mengantarkan kita pada keberuntungan ukhrawi maka berhati hatilah dg cinta jangan sampai diberikan kepada seseorang yg akan membuat kita celaka kelak, seperti cinta kepada para musuh Islam.

Jangankan kita makhluk yg punya akal, yg tidak punya akalpun akan mendapatkan barakah cinta jika benar dalam mempersembahkan cintanya.

Seorang mufassir terkenal, Imam Ibnu 'Athiyyah berkata : Pada tahun 469 H Ayahku mendengar Imam Abil Fadlal Ibnul Jauhari berkata :

إن من أحب أهل الخير نال من بركاتهم

كلب أحب أهل فضل وصحبهم فذكره الله فى القرآن معهم

Sesungguhnya siapapun yg cinta pada Ahlil Khair (orang-orang yg selalu berbuat baik) akan mendapat (kucuran) barakahnya.

(Sebagai contoh) Seekor anjing mencintai orang orang (yg punya) keutamaan dan (selalu) menyertainya, disebutkan
(diabadikan namanya) oleh Allah bersama orang orang tersebut.

Anjing dimaksud adalah anjingnya Ashabul Kahfi yg bernama Qithmir.

Seorang Ulama bernama Khalid Bin Ma'dan berkata :

ليس فى الجنة من الدواب سوى كلب أهل الكهف وحمار العزير وناقة صالح

Didalam surga tidak terdapat hewan apapun (dari hewan dunia) kecuali anjingnya Ashabul Kahfi, hemarnya Nabi 'Uzair dan untanya Nabi Shaleh.

Bahkan didalam Muqaddimah Ar-Risalah Al-Qusyairiyah terdapat kisah berikut.

يروى من كرامات الأستاذ الشيخ أنه كانت له فرس قد أهديت إليه، فاستخدمها عشرين سنة

فلما مات الأستاذ الشيخ حزنت عليه الفرس حزنا شديدا وبقيت أسبوعا لم تأكل فيه شيئا ثم ماتت

Diriwayatkan bahwa salah satu dari karamah Imam Al-Qusyairi adalah Beliau memiliki seekor kuda, hadiah dari seseorang. Kuda itu dirawat oleh Beliau selama 20 tahun.

Setelah Imam Al-Quyairi meninggal kuda itu sangat bersedih (terbukti) selama beberapa minggu kuda itu tidak mau makan hingga mati.

Referensi
🔹Hayatul Hayawan Al-Kubra, Kamaluddin Ad-Damiri, Juz 4 Hal. 420 Cet. Darul Ma'rifat

🔹Ar-Risalah Al-Qusyairiyah Hal. 9 Cet. Al-Haramain

🔹Kifayatul Akhyar Fihalli Ghayatil Ikhtishar, Juz 1 Hal. 151

🎍 Semoga Bermanfaat🎍
   ====🔹🔸🌷🔸🔹====

Friday, December 23, 2016

SEMAKIN KENAL SEMAKIN CINTA

SEMAKIN KENAL SEMAKIN CINTA

Diriwayatkan dari Anas RA bahwa ia mengatakan, "Rasulullah SAW mempunyai warna kulit yang paling cerah, keringat beliau bagaikan mutiara, jika berjalan beliau tampak kokoh, dan aku belum pernah menyentuh sutera tebal tidak pula sutera biasa yang lebih halus daripada telapak tangan Rasulullah SAW.

Aku pun belum pernah mencium kesturi tidak pula anbar yang lebih harum daripada aroma Rasulullah SAW." HR Muslim.

Abu Nuaim dan Al-Khathib meriwayatkan bahwa Aminah ibunda Rasululllah SAW saat melahirkan beliau, ia menuturkan,
"Kemudian aku memandanginya ternyata ia seperti bulan di malam purnama, aromanya semerbak seperti kesturi adzfar."

Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah RA bahwa ia mengatakan; aku salat zuhur bersama Rasulullah SAW kemudian beliau keluar dan menemui keluarga beliau, aku pun keluar bersama beliau, lalu ada anak-anak yang menghampiri beliau.
Beliau SAW pun mengusap kedua pipi seorang dari mereka satu per satu.

Jabir menuturkan; sedangkan aku, beliau mengusap pipiku dan aku benar-benar merasakan dingin dan aroma di tangan beliau seakan-akan beliau baru mengeluarkan tangan beliau dari wadah minyak wangi.
Diriwayatkan oleh Muslim.

Ya Allah izinkan kami dan keluarga kami mencium aroma wangi Nabi Muhammad SAW, dan merasakan betapa lembut tangan beliau.

وصلوا على رسول اللّٰه...

Alu Thaybah 313

Thursday, December 22, 2016

HUKUM PAKAI ATRIBUT KEAGAMAAN

TOPI SINTERKLAS

Umat Islam haram hukumnya memakai topi sinterklas, karena topi tersebut adalah ciri khas dan atribut keagamaan dalam agama Kristen. Pakaian yang bukan atribut atau ciri khas keagamaan, tidak haram memakainya. Jadi keharaman di atas khusus pakaian atribut dan ciri khas keagamaan seperti sinterklas, pakaian bersalib dan sesamanya. Al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata:

وحيث لبس زي الكفار سواء أدخل دار الحرب أم لا بنية الرضا بدينهم أو الميل إليهم أو تهاونا بالإسلام كفر وإلا فلا

Apabila ia memakai pakaian orang-orang kafir, baik ia memasuki negeri kafir harbi atau tidak, dengan tujuan rela pada agama mereka, atau tujuan condong pada mereka dan atau karena meremehkan terhadap Islam, maka ia telah kafir. Apabila tidak ada tujuan tersebut, maka tidak kafir. (al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami, al-I'lam bi-Qawathi'i al-Islam hlm 168.

Maksud pakaian orang-orang kafir di atas adalah pakaian yang menjadi ciri khas dan atribut keagamaan seperti pakaian bersalib, topi sinterklas dan sesamanya.

Kalau memakai pakaian tersebut karena salah satu dari tiga tujuan di atas; rela pada agama mereka, condong atau senang pada mereka, atau karena menganggap remeh terhadap Islam, maka hukumnya murtad atau kafir.

Kalau memakai pakaian tersebut tanpa tujuan di atas, maka tidak murtad dan tidak kafir, tetapi hukumnya haram. Wallahu a'lam.

SHALAWAT SANG TAMU MISTERIUS

SHALAWAT SANG TAMU MISTERIUS

Shalawat Awwalin

Allâhumma shalli 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ â-li sayyidinâ muhammadin fil awwalîna wal â-khirîn, wa fil mala-il a'lâ ilâ yaumiddîn

Abul Hasan Al-Bakri, Abu 'Umarah bin Zaid Al-Madini dan Muhammad bin Ishaq Al-Mathlabi meriwayatkan, "Suatu hari ketika Rasulullah saw berada di masjid, tiba-tiba seorang lelaki bercadar datang menemui beliau.  Lelaki itu membuka cadar yang menutupi wajahnya dan berkata dengan fasih, 'Salam sejahtera untukmu duhai manusia yang memiliki kemuliaan yang menjulang tinggi dan tak tertandingi.'  Nabi saw kemudian mendudukkan lelaki tersebut diantara beliau dan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu.  Abu Bakar memandangi lelaki tersebut kemudian berkata kepada Rasulullah saw, 'Duhai Rasulullah, mengapa engkau meletakkannya di antara aku dan engkau sedangkan aku mengetahui bahwa di muka bumi ini tidak ada seseorang yang engkau cintai melebihi diriku?'

Rasulullah saw kemudian bersabda, "Duhai Abu Bakar, Jibril memberitahuku bahwa lelaki ini suka bershalawat kepadaku dengan sebuah shalawat yang belum pernah dibaca oleh siapapun sebelumnya."

Sayyidina Abu Bakarpun lantas berkata, "Duhai Rasulullah ajarkanlah kepadaku shalawat yang ia baca agar aku dapat bershalawat kepadamu dengannya.'

Rasulullah saw kemudian menyebutkan shalawat awwalîn di atas.

  Abu Bakar kemudian bertanya, "Duhai Rasulullah, apakah balasan yang akan diperoleh seseorang yang membaca shalawat ini?"

Rasulullah saw menjawab, "Duhai Abu Bakar, engkau telah menanyakan sesuatu yang aku tidak mampu menghitungnya.  Seandainya lautan menjadi tinta, pepohonan menjadi pena dan para malaikat menjadi juru tulis.  Maka lautan akan kering, pepohonan akan habis sedangkan para malaikat belum selesai mencatat pahala shalawat ini."  Hadis ini diriwayatkan oleh Abul Faraj dalam bukunya Al-Muthrib.

Wednesday, December 21, 2016

PEDANG RASULULLAH

PEDANG RASULULLAH

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻛﺎﻧﺖ ﻗﺒﻴﻌﺔ ﺳﻴﻒ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻓﻀﺔ ».

"Salut hulu pedang Rasulullah saw. terbuat dari perak."

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jarir, dari ayahnya dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺳﻴﺮﻳﻦ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺻﻨﻌﺖ ﺳﻴﻔﻲ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﻒ ﺳﻤﺮﺓ ﺑﻦ ﺟﻨﺪﺏ، ﻭﺯﻋﻢ ﺳﻤﺮﺓ ﺃﻧﻪ ﺻﻨﻊ ﺳﻴﻔﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﻒ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻛﺎﻥ ﺣﻨﻔﻴﺎ »

"Samurah mengaku bahwa ia membuat pedangnya meniru pedang Rasulullah saw. Sedangkan pedang Rasulullah saw. itu berbentuk Hanafiyya*."

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin syuja' al Baghdad, dari Abu `Ubaidah al Haddad, dari `Utsman bin Sa'id, yang bersumber dari Ibnu Sirin r.a.)

* Pedang Hanafiyya adalah pedang yang di buat oleh suku Bani Hanifah. Pedang buatan Bani Hanafiah terkenal bagus dan halus pembuatannya.

CARA BERCINCIN RASULULLAH

CARA BERCINCIN RASULULLAH

ﻋﻦ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻃﺎﻟﺐ : ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﻳﻠﺒﺲ ﺧﺎﺗﻤﻪ ﻓﻲ ﻳﻤﻴﻨﻪ

"Sesungguhnya Nabi saw. memakai cincin di jari tangan kanannya."

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Sahl bin `Asakir al Baghdadi, dan diriwayatkan pula oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, keduanya menerima dari Yahya bin Hisan, dari Sulaiman bin Bilal, dari Syarik bin `Abdullah bin Abi Namir, dari Ibrahim bin `Abdullah bin Hunain, dari bapaknya, yang bersumber dari `Ali bin Abi Thalib k.w.)

CINCIN RASULULLAH

CINCIN RASULULLAH

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻛﺎﻥ ﺧﺎﺗﻢ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻭﺭﻕ، ﻭﻛﺎﻥ ﻓﺼﻪ ﺣﺒﺸﻴﺎ ».

"Cincin Rasulullah saw. terbuat dari perak sedangkan batu matanya dari Abessina (Habsyi)".

(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id dan sebagainya, dari `Abdullah bin Wahab, dari Yunus, dari Ibnu Syihab, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻟﻤﺎ ﺃﺭﺍﺩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻜﺘﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﺠﻢ ﻗﻴﻞ ﻟﻪ : ﺇﻥ ﺍﻟﻌﺠﻢ ﻻ ﻳﻘﺒﻠﻮﻥ ﺇﻻ ﻛﺘﺎﺑﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺧﺎﺗﻢ، ﻓﺎﺻﻄﻨﻊ ﺧﺎﺗﻤﺎ ﻓﻜﺄﻧﻲ ﺃﻧﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺑﻴﺎﺿﻪ ﻓﻲ ﻛﻔﻪ ».

"Tatkala Rasulullah saw. hendak menulis surat kepada penguasa bangsa `Ajam (asing), kepadanya diberitahukan: "Sungguh bangsa `Ajam tidak akan menerimanya, kecuali surat yang memakai cap. Maka Nabi saw. dibuatkan sebuah cincin (untuk cap surat). Terbayanglah dalam benakku putihnya cincin itu di tangan Rasulullah saw."

(Diriwayatkan oleh Ishaq bin Manshur, dari Mu'adz bin Hisyam, dari ayahnya, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻛﺎﻥ ﻧﻘﺶ ﺧﺎﺗﻢ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣﺤﻤﺪ ﺳﻄﺮ، ﻭﺭﺳﻮﻝ ﺳﻄﺮ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺳﻄﺮ ».

."Ukiran yang tertera di cincin Rasulullah saw adalah "Muhammad" satu baris ,"Rasul" satu baris, dan "Allah" satu baris".

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Yahya, dari Muhammad bin `abdullah al Anshari, dari ayahnya, dari Tsumamah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺍﺗﺨﺬ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧﺎﺗﻤﺎ ﻣﻦ ﻭﺭﻕ، ﻓﻜﺎﻥ ﻓﻲ ﻳﺪﻩ ﺛﻢ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻳﺪ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ، ﻭﻳﺪ ﻋﻤﺮ، ﺛﻢ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻳﺪ ﻋﺜﻤﺎﻥ، ﺣﺘﻰ ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﺑﺌﺮ ﺃﺭﻳﺲ ﻧﻘﺸﻪ : ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ».

" rasulullah membuat cincin dari perak, dulu ditangan Rasul, kemudian ditangan abu bakar, dan tangan umar, kemudian ditangan usman hingga terjatuh di sumur aris, ukiran cincin tersebut bertiliskan " Muhammad Rasulullah "
( diriwayatkan oleh ishaq bin mansur dari abdullah bin numair dari ubaidillah bin umar dari nafi' dari ibnu umar )

Sandal Rasulullah

Sandal Rasulullah

ﻋﻦ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﻗﺎﻝ : ﻗﻠﺖ ﻷﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ : ﻛﻴﻒ ﻛﺎﻥ ﻧﻌﻞ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ؟ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻟﻬﻤﺎ ﻗﺒﺎﻻﻥ ».

"Bagaimanakah sandal Rasulullah saw. itu?" Anas menjawab : "Kedua belahnya mempunyai tali qibal*."

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu Daud at Thayalisi, dari Hamman yang bersumber dari Qatadah)

* Tali qibal adalah tali sandal yang bersatu pada bagian mukanya dan terjepit di antara dua jari kaki

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻻ ﻳﻤﺸﻴﻦ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻲ ﻧﻌﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ، ﻟﻴﻨﻌﻠﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ ﺃﻭ ﻟﻴﺤﻔﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ »

"Janganlah diantara kalian berjalan dengan sandal sebelah. Hendaklah memakai keduanya atau tdk memakai keduanya "

(Diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa al Anshari, dari Ma'an, dari Malik, dari Abiz Zinad, dari al A'raj yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.)

ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ، ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﻬﻰ ﺃﻥ ﻳﺄﻛﻞ، ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻟﺮﺟﻞ، ﺑﺸﻤﺎﻟﻪ، ﺃﻭ ﻳﻤﺸﻲ ﻓﻲ ﻧﻌﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ .

"Sesungguhnya Nabi saw. melarang seorang laki-laki makan dengan tangan kiri dan berjalan dengan sandal sebelah."

(Diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa, dari Ma'an, dari Malik, dari Abi Zubair, yang bersumber dari Jabir r.a.)

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺇﺫﺍ ﺍﻧﺘﻌﻞ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻠﻴﺒﺪﺃ ﺑﺎﻟﻴﻤﻴﻦ، ﻭﺇﺫﺍ ﻧﺰﻉ ﻓﻠﻴﺒﺪﺃ ﺑﺎﻟﺸﻤﺎﻝ، ﻓﻠﺘﻜﻦ ﺍﻟﻴﻤﻴﻦ ﺃﻭﻟﻬﻤﺎ ﺗﻨﻌﻞ ﻭﺁﺧﺮﻫﻤﺎ ﺗﻨﺰﻉ ».

"Sesungguhnya Nabi saw. bersabda : "Bila salah seorang diantara kalian hendak memakai sandal hendaklah ia memulainya dari yang sebelah kanan. Dan bila ia melepasnya, maka hendaklah dimulai dari yang sebelah kiri. Hendaklah posisi kanan dijadikan yang pertama kali dipasangi sandaldan yang terakhir kali dilepas."

(Diriwayatkan oleh Qutaibah, dari Malik, dan diriwayatkan pula oleh Ishaq bin Musa ,dari Ma'an, dari Malik, dari Abu Zinad, dari A'raj yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.)

Kaus Kaki RASULULLAH

khuf ( Kaus kaki ) Rasulullah

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺑﺮﻳﺪﺓ، ﻋﻦ ﺃﺑﻴﻪ، ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺠﺎﺷﻲ ﺃﻫﺪﻯ ﻟﻠﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧﻔﻴﻦ ﺃﺳﻮﺩﻳﻦ ﺳﺎﺫﺟﻴﻦ، ﻓﻠﺒﺴﻬﻤﺎ ﺛﻢ ﺗﻮﺿﺄ ﻭﻣﺴﺢ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ .

"Sesungguhnya raja an-Najasyi menghadiahkan sepasang khuf hitam pejat kepada Nabi saw. lalu Nabi saw. memakainya dan kemudian ia berwudhu dengan (hanya) menyapu keduanya (yakni tidak membasuh kaki)."

(Diriwayatkan oleh Hinad bin Siri, dari Waki', dari Dalham bin Shalih, dari Hujair bin `Abdullah, dari putera Buraidah, yang bersumber dari Buraidah r.a.)

* Khuf ialah sejenis kaos kaki tapi terbuat dari kulit binatang. Khuf dibuat amat tipis dan tingginya menutupi mata kaki. Khuf biasanya hanya digunakan pada musim dingin untuk mencegah agar kulit kaki tidak pecah-pecah. Biasanya, orang memakai khuf ketika musafir di musim dingin dan masih memakai sepatu luar lagi.

Sepatu ini namanya "jurmuq".
Para Ulama Indonesia sering menggunakan istilah Muzah untuk terjemahan khuf. Tapi kadangkadang diterjemahkan juga dengan "sepatu khuf".

* An najasyi menurut literature barat umumnya disebut Negust. Negust adalah gelar raja-raja di Abesina (Habsyi), sekarang dikenal "Ethiopia".

Saturday, December 17, 2016

PAKAIN RASULULLAH

PAKAIN RASULULLAH

ﻋﻦ ﺃﻡ ﺳﻠﻤﺔ، ﻗﺎﻟﺖ : ‏« ﻛﺎﻥ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﺜﻴﺎﺏ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﻘﻤﻴﺺ ».

"Pakaian yang paling disenangi Rasulullah saw. adalah Gamis."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Humaid ar Razi, dari al Fadhal bin Musa, diriwayatkan pula oleh Abu Tamilah dan Zaid bin Habab, ketiganya menerima dari `Abdul Mu'min bin Khalid, dari `Abdullah bin Buraidah, yang bersumber dari Ummu Salamah r.a.)

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ، ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧﺮﺝ ﻭﻫﻮ ﻳﺘﻜﺊ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺎﻣﺔ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﺛﻮﺏ ﻗﻄﺮﻱ ﻗﺪ ﺗﻮﺷﺢ ﺑﻪ، ﻓﺼﻠﻰ ﺑﻬﻢ

"Sesungguhnya Nabi saw. keluar (dari rumahnya) dengan bertelekan kepada `Usamah bin Zaid. Beliau memakai pakaian Qithri yang diselempangkan di atas bahunya, kemudian beliau shalat bersama mereka."
(Diriwayatkan oleh `Abd bin Humaid , dari Muhammad bin al Fardhal, dari Hammad bin Salamah, dari Habib bin as Syahid, dari al Hasan, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

* Qithri adalah sejenis kain yang terbuat dari katun yang kasar. Kain ini berasal dari Bahrain tepatnya dari Qathar

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻛﺎﻥ ﺃﺣﺐ ﺍﻟﺜﻴﺎﺏ ﺇﻟﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻠﺒﺴﻪ ﺍﻟﺤﺒﺮﺓ ».

Dalam sebuah riwayat Anas bin Malik r.a. mengemukakan: "Pakaian yang paling disenangi Rasulullah saw. ialah kain Hibarah*."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Mu'adz bin Hisyam dari ayahnya, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

* Kain Hibarah ialah kain keluaran Yaman yang terbuat dari katun.

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏« ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﺒﻴﺎﺽ ﻣﻦ ﺍﻟﺜﻴﺎﺏ ﻟﻴﻠﺒﺴﻬﺎ ﺃﺣﻴﺎﺅﻛﻢ، ﻭﻛﻔﻨﻮﺍ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻮﺗﺎﻛﻢ، ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﺧﻴﺮ ﺛﻴﺎﺑﻜﻢ ».

"Rasulullah saw. bersabda: "Hendaklah kalian berpakaian putih, untuk dipakai sewaktu hidup. Dan jadikanlah ia kain kafan kalian sewaktu kalian mati. Sebab kain putih itu sebaik- baik pakaian bagi kalian."
(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa'id, dari Basyar bin al Mufadhal, dari `Utsman Ibnu Khaitsam, dari Sa'id bin Jubeir, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

ﻋﻦ ﺳﻤﺮﺓ ﺑﻦ ﺟﻨﺪﺏ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏« ﺍﻟﺒﺴﻮﺍ ﺍﻟﺒﻴﺎﺽ؛ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺃﻃﻬﺮ ﻭﺃﻃﻴﺐ، ﻭﻛﻔﻨﻮﺍ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻮﺗﺎﻛﻢ ».

"Rasulullah saw. bersabda : "Pakailah pakaian putih, karena ia lebih suci dan lebih bagus. Juga kafankanlah ia pada orang yang meninggal diantara kalian."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari Habib bin Abi Tsabit, dari Maimun bin Abi Syabib yang bersumber dari Samurah bin Jundub r.a.)

CELAK MATA RASULULLAH

CELAK MATA RASULULLAH

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ، ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺍﻛﺘﺤﻠﻮﺍ ﺑﺎﻹﺛﻤﺪ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺠﻠﻮ ﺍﻟﺒﺼﺮ، ﻭﻳﻨﺒﺖ ﺍﻟﺸﻌﺮ ».
ﻭﺯﻋﻢ ‏« ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﻣﻜﺤﻠﺔ ﻳﻜﺘﺤﻞ ﻣﻨﻬﺎ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﺛﻼﺛﺔ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ، ﻭﺛﻼﺛﺔ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ».

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a. dikemukakan: Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: "Bercelaklah kalian dengan Itsmid*, karena ia dapat mencerahkan pengliahatan dan menumbuhkan bulu mata."
Sungguh Nabi saw. Mempunyai tempat celak mata yang digunakannya untuk bercelak pada setiap malam. Tiga olesan di sini dan tiga olesan di sini."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Humaid ar Razi, dari Abu Daud at Thayalisi, dari Abbad bin Manshur, dari Ikrimah yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

* Itsmid adalah batu celak biasanya berupa serbuk. Warnanya hitam atau biru. Serbuk itsmid dioleskan pada bulu mata atau disapukan di sekeliling mata.

* Yang dimaksud di sini adalah tiga olesan di mata sebelah kanan dan tiga olesan di mata sebelah kiri.

SEMIR RAMBUT RASULULLAH

SEMIR RAMBUT RASULULLAH

ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻬﺪﻣﺔ، ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺑﺸﺮ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺨﺼﺎﺻﻴﺔ، ﻗﺎﻟﺖ : ‏« ﺃﻧﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺑﻴﺘﻪ ﻳﻨﻔﺾ ﺭﺃﺳﻪ ﻭﻗﺪ ﺍﻏﺘﺴﻞ، ﻭﺑﺮﺃﺳﻪ ﺭﺩﻉ ﻣﻦ ﺣﻨﺎﺀ ‏» ﺃﻭ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺭﺩﻍ ‏» ﺷﻚ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﻴﺦ .

Al Jahdzamah r.a., isteri Busyair bin al Khaskhashiyyah pernah bercerita: "Aku melihat Rasulullah saw. keluar dari rumahnya mengibaskan rambut sehabis mandi. Dan di kepalanya terdapat bekas daun inai", atau "bekas celupan"(rawi ragu).
(Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Harun, dari Nadlr bin Zararah*, dari Abi Jinab*, dari Iyad bin Laqith, yang bersumber dari Jahdzamah r.a.)

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺭﺃﻳﺖ ﺷﻌﺮ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﺨﻀﻮﺑﺎ ».

"Aku melihat rambut Rasulullah saw. disemir."
(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari `Amr bin `Ashim, dari Hammad bin Salamah, dari Humaid, yang bersumber dari Anas r.a.)

UBAN RASULULLAH

UBAN RASULULLAH

ﻋﻦ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﻗﺎﻝ : ﻗﻠﺖ ﻷﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ : ﻫﻞ ﺧﻀﺐ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ؟ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻟﻢ ﻳﺒﻠﻎ ﺫﻟﻚ، ﺇﻧﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺷﻴﺒﺎ ﻓﻲ ﺻﺪﻏﻴﻪ ‏» ‏« ﻭﻟﻜﻦ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ، ﺧﻀﺐ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎﺀ ﻭﺍﻟﻜﺘﻢ ».

Qatadah bertanya kepada Anas bin Malik r.a.: "Pernahkah Rasulullah saw. menyemir rambutnya yang telah beruban?" Anas bin Malik menjawab:"Tidaksampai demikian. Hanya beberapa lembar uban saja di pelipisnya. Namun Abu Bakar r.a. pernah mewarnai (rambutnya yang memutih) dengan daun pacar dan katam."
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu Daud, dari Hamman yang bersumber dari Qatadah)

- Katam adalah sejenis tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan untuk memerahi rambut sedangkan warnanya merah tua.

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻣﺎ ﻋﺪﺩﺕ ﻓﻲ ﺭﺃﺱ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻟﺤﻴﺘﻪ ﺇﻻ ﺃﺭﺑﻊ ﻉ ﺷﺮﺓ ﺷﻌﺮﺓ ﺑﻴﻀﺎﺀ ».

anas berkata : " tiadalah aku menghitung di kepala Rasululloh shollallohu alaihi wasallam dan jg jenggotnya kecuali ada 14 rambut berwarna putih."
(diriwayatkan oleh ishaq bin mansur, dari yahya bin musa, keduanya dari abdurrazzak, dari ma'mar, dari tsabit bersumber dari anas binmalik )

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ، ﻗﺪ ﺷﺒﺖ، ﻗﺎﻝ : ‏« ﺷﻴﺒﺘﻨﻲ ﻫﻮﺩ، ﻭﺍﻟﻮﺍﻗﻌﺔ، ﻭﺍﻟﻤﺮﺳﻼﺕ، ﻭﻋﻢ ﻳﺘﺴﺎﺀﻟﻮﻥ، ﻭﺇﺫﺍ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻛﻮﺭﺕ ».

Dalam suatu riwayat Ibnu `Abbas r.a. mengemukakan: Abu Bakar r.a. berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh Anda telah beruban!" Rasulullah saw. bersabda:"Surah Hud, Surah al Waqi'ah, Surah al Mursalat, Surah Amma Yatasa'alun dan Surah Idzasy-Syamsu kuwwirat, menyebabkan aku beruban."
(Diriwayatkan oleh Abu Kuraib Muhammad bin al A'la, dari Mu'awiyah bin Hisyam, dari Syaiban, dari Ishaq, dari Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

CARA BERSISIR RASULULLAH

CARA BERSISIR RASULULLAH

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻗﺎﻝ : ‏« ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻜﺜﺮ ﺩﻫﻦ ﺭﺃﺳﻪ ﻭﺗﺴﺮﻳﺢ ﻟﺤﻴﺘﻪ، ﻭﻳﻜﺜﺮ ﺍﻟﻘﻨﺎﻉ ﺣﺘﻰ ﻛﺄﻥ ﺛﻮﺑﻪ ﺛﻮﺏ ﺯﻳﺎﺕ ».

"Rasulullah saw. sering meminyaki rambutnya, menyisir janggutnya dan sering waktu menyisir rambutnya beliau menutupi (bahunya) dengan kain kerudung. Kain kerudung itu demikian berminyak seakan-akan kain tukang minyak."(Diriwayatkan oleh Yusuf bin'Isa, dari Rabi' bin Shabih, dari Yazid bin aban ar Raqasyi*, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

* Aban ar Raqasyi dikenal sebagai orang yang dinilai munkar periwayatannya. Hadist ini sangat berlawanan dengan kebanyakan hadist shahih, yang menerangkan tentang kebersihan dan penampilan terpuji dari Rasulullah saw. (Muhammad `Afif az Za'bi).

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﻐﻔﻞ، ﻗﺎﻝ : ‏« ﻧﻬﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﺮﺟﻞ ﺇﻻ ﻏﺒﺎ ».

"Rasulullah saw. melarang bersisir kecuali sekali-kali. " (Diriwayatkan oleh Muhammad Basyar, dari Yahya bin Sa'id,dari Hisyam bin Hasan, dari al Hasan Bashri, yang bersumber dari `Abdullah bin Mughaffal r.a.*)

* Yang dilarang ialah bersisir layaknya wanita pesolek.• 'Abdullah bin Mughaffal r.a. dalah sahabat Rasulullah saw. Yang masyhur, ia adalah salah seorang peserta "Bai'tusSyajarah", wafat pada tahun 60 H ada pula yang mengatakan tahun 57 H.

RAMBUT RASULULLAH

RAMBUT RASULULLAH

ﻋَﻦْ ﺃﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ، ﻗَﺎﻝَ : ﻛَﺎﻥَ ﺷَﻌَﺮُ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇِﻟَﻰ ﻧِﺼْﻒِ ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ .

"Rambut Rasulullah saw mencapai pertengahan kedua telinganya." (Diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr, dari Ismail bin Ibrahim, dari Humaid yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺒَﺮَﺍﺀِ ﺑْﻦِ ﻋَﺎﺯِﺏٍ، ﻗَﺎﻝَ : ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣَﺮْﺑُﻮﻋًﺎ، ﺑَﻌِﻴﺪَ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤِﻨْﻜَﺒَﻴْﻦِ، ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﺟُﻤَّﺘُﻪُ ﺗَﻀْﺮِﺏُ ﺷَﺤْﻤَﺔَ ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ .

"Rasulullah saw. adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang, sedangkan rambutnya menyentuh kedua daun telinganya." (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani', dari Abu Qathan, dari Syu'bah dari Abi Ishaq yang bersumber dari al Bara' bin `Azib r.a.)

ﻋَﻦْ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗُﻠْﺖُ ﻷَﻧَﺲٍ : ﻛَﻴْﻒَ ﻛَﺎﻥَ ﺷَﻌَﺮُ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﺑِﺎﻟْﺠَﻌْﺪِ، ﻭَﻻ ﺑِﺎﻟﺴَّﺒْﻂِ، ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺒْﻠُﻎُ ﺷَﻌَﺮُﻩُ ﺷَﺤْﻤَﺔَ ﺃُﺫُﻧَﻴْﻪِ .

"Rambut Rasulullah saw. tidak terlampau keriting, tidak pula lurus kaku, rambutnya mencapai kedua daun telingannya. "(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jarir bin Hazim, dari Hazim yang bersumber dari Qatadah)

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ : ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺴْﺪِﻝُ ﺷَﻌَﺮَﻩُ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﺭَﻙِ، ﻋَﻦْ ﻳُﻮﻧُﺲَ ﺑْﻦِ ﻳَﺰِﻳﺪَ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱِّ، ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋُﺒَﻴْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻮَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ ﻳَﻔْﺮِﻗُﻮﻥَ ﺭُﺅُﻭﺳَﻬُﻢْ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻳُﺴْﺪِﻟُﻮﻥَ ﺭُﺅُﻭﺳَﻬُﻢْ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳُﺤِﺐُّ ﻣُﻮَﺍﻓَﻘَﺔَ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺆْﻣَﺮْ ﻓِﻴﻪِ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ، ﺛُﻢَّ ﻓَﺮَﻕَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭَﺃْﺳَﻪُ.

"Sesungguhnya Rasulullah saw., dulunya menyisir rambutnya ke belakang, sedangkan orang-orang musyrik menyisir rambut mereka ke kiri dan ke kanan, dan Ahlul Kitab menyisir rambutnya ke belakang. Selama tidak ada perintah lain, Rasulullah saw. Senang menyesuaikan diri dengan Ahlul Kitab. Kemudian,Rasulullah saw. menyisir rambutnya ke kiri dan ke kanan."(Diriwayatkan oleh Suwaid bin Nashr dari `Abdullah bin al Mubarak, dari Yunus bin Yazid, dari az Zuhri, dari `Ubaidilah bin `Abdullah bin `Utbah, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

KHATAM (tanda / cap ) KENABIAN

BENTUK KHATAM (tanda/cap)NUBUWWAH

« ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﺨﺎﺗﻢ ﺑﻴﻦ ﻛﺘﻔﻲ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻏﺪﺓ ﺣﻤﺮﺍﺀ ﻣﺜﻞ ﺑﻴﻀﺔ ﺍﻟﺤﻤﺎﻣﺔ ».

"Aku pernah melihat khatam (kenabian)…. Ia terletak antara kedua bahu Rasulullah saw. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara." (Diriwayatkan oleh Sa'id bin Ya'qub at Thalaqani dari Ayub bin Jabir, dari Simak bin Harb yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a.)

ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻲ، ﺇﺫﺍ ﻭﺻﻒ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻓﺬﻛﺮ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺑﻄﻮﻟﻪ - ﻭﻗﺎﻝ : ‏« ﺑﻴﻦ ﻛﺘﻔﻴﻪ ﺧﺎﺗﻢ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ، ﻭﻫﻮ ﺧﺎﺗﻢ ﺍﻟﻨﺒﻴﻴﻦ ».

"Apabila `Ali k.w. menceritakan sifat Rasulullah saw. maka ia akan bercerita panjang lebar. Dan ia akan berkata: `Diantara kedua bahunya terdapat Khatam kenabian, yaitu khatam para Nabi.
(Diriwayatkan oleh Ahmad bin `Ubadah ad Dlabi `Ali bin Hujr dan lainnya, yang mereka terima dari Isa bin Yunus dari `Umar bin `Abdullah, dari `Ibrahim bin Muhammad yang bersumber dari salah seorang putera `Ali bin Abi Thalib k.w.)

ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏« ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﺯﻳﺪ، ﺍﺩﻥ ﻣﻨﻲ ﻓﺎﻣﺴﺢ ﻇﻬﺮﻱ ‏» ، ﻓﻤﺴﺤﺖ ﻇﻬﺮﻩ، ﻓﻮﻗﻌﺖ ﺃﺻﺎﺑﻌﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﺎﺗﻢ ﻗﻠﺖ : ﻭﻣﺎ ﺍﻟﺨﺎﺗﻢ؟ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺷﻌﺮﺍﺕ ﻣﺠﺘﻤﻌﺎﺕ ».

Dalam suatu riwayat, Alba'bin Ahmar al Yasykuri mengadakan dialog dengan Abu Zaid `Amr bin Akhthab al Anshari r.a. sbb: "Abu Zaid berkata: `Rasulullah saw bersabda kepadaku : `Wahai Abu Zaid mendekatlah kepadaku dan usaplah punggungku'. Maka punggungnya kuusap, dan terasa jari jemariku menyentuh Khatam. Aku (alba' bin Ahmar al Yasykuri) bertanya kepada Abu Zaid: `Apakah Khatam itu?' Abu Zaid menjawab: `kumpulan bulu-bulu.
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu `Ashim dari `Uzrah bin Tsabit yang bersumber dari Alba'bin Ahmar al Yasykuri).

Thursday, December 15, 2016

Baik Sangka

BAIK SANGKA

Talhah bin Abdurahman bin Auf adalah orang yang paling pemurah di zamannya.

Suatu ketika isteri beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih buruk daripada sahabat-sahabatmu. Jika engkau kaya, mereka selalu datang bertandang. Jika engkau miskin, mereka terus meninggalkan dirimu.

Talhah menjawab: "Demi Allah, sebaliknya itu tanda kebaikan mereka kepada kita. Mereka bertandang di saat kita mampu memuliakan mereka. Mereka menjauh di saat kita tidak mampu memuliakan mereka."

Imam al-Mawardi berkata: "Lihatlah bagaimana beliau memaknai perbuatan buruk dengan tafsiran yang baik kerana kebersihan hatinya. Kebersihan hati akan memberikan kerehatan di dalam hati."

Umat nabi Muhammad Selalu Lebih

Umat Muhammad SAW Selalu Lebih

Pada masa Nabi Ibrahim al-Khalil ‘alaihissalam, pengujian benar atau salah (hukum)  seseorang adalah dengan media api. Setiap orang yang bertikai tentang sesuatu perkara maka tangannya diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam api. Yang benar akan selamat sedangkan yang salah tangannya akan terbakar. Lain lagi pada masa Nabi Musa as, hukum dimediasikan kepada tongkat. Dia akan memukul siapa yang bersalah dan akan diam saja terhadap orang yang jujur. Sementara itu, pada masa Nabi Sulaiman as, putusan dikembalikan kepada angin. Terhadap muhiq (yang benar) dia akan tenang saja, sedangkan terhadap mubthil, maka sang angin akan mengangkat tubuhnya ke atas lalu membantingkannya ke tanah.

Disaat pemerintahan Dzul Qarnain berbeda lagi, vonis ada pada air. Seseorang yang mengaku dirinya tidak bersalah dia dipersilahkan duduk di atas air dan airpun akan membeku. Jika orang tersebut berdusta maka air pun akan tetap cair seperti sedia kala. Lebih unik lagi pada masa Nabi Daud as, di depan pengadilan digantungkan sebuah kayu, siapa yang benar maka tangannya dapat menggapai kayu tersebut, akan tetapi sebaliknya, siapa yang bohong tangannya tidak dapat meraihnya.

Adapun hukum sekarang ini pada masa Nabi Muhammad SAW, hukum ditegakkan dengan dua perkara: sumpah dan saksi. Allah berfirman:

يريد الله بكم اليسـر ولا يريد بكم العـسـر ...

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Dia tidak menghendaki kesempitan…”

Dalam sebuah hadits  Nabi SAW bersabda: 

ان اليسر اسم للجنة لأن جميع اليسر فيها والعسر اسم للنار لأن جميع العسر فيها.

“Sesungguhnya "al-yusr" adalah nama untuk surga karena semua kemudahan ada di sana. Sedangkan "al-‘usr" adalah nama neraka dikarenakan segala bentuk kesusahan terdapat di dalamnya.” 

(Al-Qalyubiy, An-Nawadir)

Doa dilahirkan anak laki-laki

agar anak yang dilahirkan kelak berjenis laki-laki, insya Allah. Bila isteri tidur miring ke arah kiri maka anak yang dilahirkan kelak berjenis kelamin perempuan. Hal ini menurut hasil sebuah percobaan.

Suami mengucapkan dzikir di dalam hati sesuai yang diajarkan Nabi yaitu ;

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصَهْرًا وَكَانَ رُبُّكَ قَدِيْرًا (الفرقان : 54)

Artinya : 

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air, untuk kemudian menjadikannya keturunan dan mushoharoh. Dan adalah Tuhanmu itu maha kuasa.” (QS. Al- Furqan : 54)

Berwudlu ketika hendak tidur ( wudhu ini hukumnya sunah) dan membasuh dzakar bila hendak mengulangi bersenggama.

Dikutip dari sebagian Ahli Tsiqah (orang yang dapat dipercaya) bahwa barang siapa ketika menyetubuhi isterinya didahului dengan membaca basmalah, surat Ikhlas, takbir, dan tahlil serta membaca :

بِسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ اَللّهُمَّ اجْعَلْهَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّبَِةً إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ مِنْ صَلْبِىْ اَللّهُمَّ جَنِّبْنِىْ الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشّيَْطَانَ مَا رَزَقْتَنِىْ.

Kemudian suami menyuruh isterinya tidur miring kearah kanan. Maka jika dari hasil jima’ itu Allah mentakdirkan isteri mengandung, maka anak yang lahir nanti akan berjenis kelamin laki-laki dengan izin Allah. Dan saya telah mengamalkan dzikir serta teori ini. Dan sayapun menemukan kebenarannya tanpa ada keraguan. Dan hanya dari Allah lah pertolongan itu. Demikian penggalan komentar Imam As-Suyuthi.

Sebagian Masyayikh mengatakan:

“Barangsiapa menyetubuhi isterinya lalu ketika ia merasa akan keluar mani (ejakulasi) ia membaca dzikir :

لاَ يُدْرِكُهُ اْلأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ اْلأَبْصَارَوَهُوَ اللَّطِيْفُ اْلخَبِيْرُ.

maka apabila Allah mentakdirkan, anak yang dilahirkan kelak akan mengungguli kedua orang tuanya dalam hal ilmu, sikap, dan amalnya, Insya Allah.”

Penulis kitab hasyiah Bujairami alal Khatib tepatnya dalam sebuah faidah menyatakan :”Saya melihat tulisan Syekh Al-Azraqy yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW di sana tertulis bahwa seseorang yang menghendaki isterinya melahirkan anak laki-laki, maka hendaknya ia meletakkan tangannya pada perut isterinya di awal kehamilannya sembari membaca do’a:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ اَللهُمَّ إِنِّي أُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِيْ ذَكَرًا.

maka kelak anak yang dilahirkan akan berjenis kelamin laki-laki. Insya Allah mujarab.

Tuesday, December 13, 2016

Hikmah Shalawat Dalam Doa

BACALAH SHALAWAT PADA PERMULAAN DAN PENUTUP DOA

Didalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan saat menafsirkan surat al-Ahzab ayat 56, bahwasanya:

أنه يستحب ختم الدعاء بالصلاة عليه صلى الله عليه وسلم قال الترمذي :
حدثنا أبو داود ، أخبرنا النضر بن شميل ، عن أبي قرة الأسدي ، عن سعيد بن المسيب ، عن عمر بن الخطاب قال : الدعاء موقوف بين السماء والأرض ، لا يصعد حتى تصلي على نبيك .

Disunnahkan membaca shalawat pada penutup doa.
Imam Tirmidzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Daud, telah menceritakan kepada kami An-Nadr bin Syamil, dari Abu Qurrah al-Asadi, dari Sa'id bin Musayyab, dari Umar bin Khattab mengatakan, bahwa doa itu dihentikan di antara langit dan bumi, tidak dapat naik sebelum dibacakan shalawat untuk nabi Muhammad ﷺ.

وكذا رواه رزين بن معاوية في كتابه مرفوعا ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : " الدعاء موقوف بين السماء والأرض ، لا يصعد حتى يصلى علي ، فلا تجعلوني كغمر الراكب ، صلوا علي أول الدعاء وأوسطه وآخره .

Doa itu dihentikan diantara langit dan bumi, tidak dapat naik sebelum dibacakan shalawat untuk-ku, maka janganlah kalian jadikan Aku seperti tempat air pengendara [digunakan hanya ketika di butuhkan] bacalah shalawat untuk-ku dipermulaan doa, diakhir doa, dan juga di tengah-tengah doa.

صلوا على النبي......