Thursday, June 18, 2020

Hukum Kadha Shalat Sunat

Hukum Kadha Shalat Sunat

Disunatkan Kadha shalat sunat yang berwaktu apabila shalat nya tidak dilaksanakan dalam waktunya seperti shalat Hari raya,shalat Dzhuha,Shalat sunat Rawatib, Sama seperti shalat wajib yang boleh dikadha kapan saja.

(Shalat berwaktu maksudnya shalat yang diperintah untuk dilaksanakan pada waktu tertentu)

Alasan pertama untuk penjelasan ini bedasarkan hadist Riwayat Imm Bukhari dan Muslim " Barang siapa tertidur dan lupa akan pelaksaan shalat maka hendak melaksanakan shalat ketika teringat/terjaga".

Alasan kedua  Hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim Bahwa nabi Muhammad Shallahu alaiwassallam  pernah mengkadha Shalat sunat Dhuhur setelah shalat fardhu Asar. 

Ketiga Hadist riwayat Abu Dawud dengan sanad yang shahih " Bahwa nabi pernah mengkhada shalat sunat fajar setelah terbit matahari kala itu nabi tertidur dari shalat subuh di sebuah lembah."

Nah karena yang disunatkan kadha pada shalat sunat yang berwaktu maka shalat sunat yang bersebab tidak disunatkan kadha. Seperti shalat sunat gerhana,tahiyyatul masjid,sunat wudhu. 

Shalat sunat bersebab adalah shalat sunat yang disebabkan oleh sebab tertentu.

Tambahan.

Jika shalat sunat yang berwaktu tertinggal karena alasan tertidur (tanpa sengaja) disunatkan mengkadha. Maka sudah barang tentu disunatkan kadha jika shalatnya tertinggal karena sengaja. 
Maka shalat fardhu terlebih lagi diwajibkan mengkadha jika sengaja ditinggalkan dalam waktunya.

Kitab Fathul Wahhab Syarah Minhaj.

قال شيخ الإسلام زكريا الأنصاري رضي الله عنه في فتح الوهاب بشرح منهج الطلاب (1/ 68) :

" وَسُنَّ قَضَاءُ نَفْلٍ مُؤَقَّتٍ " إذَا فَاتَ كَصَلَاتَيْ الْعِيدِ وَالضُّحَى وَرَوَاتِبِ الفرائض ؛ كما تقضي الفرائض بجامع التَّأْقِيتِ ؛ وَلِخَبَرِ الشَّيْخَيْنِ " مَنْ نَامَ عَنْ صَلَاةٍ أَوْ نَسِيَهَا فَلْيُصَلِّهَا إذَا ذَكَرَهَا " ؛ وَلِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى رَكْعَتَيْ سُنَّةِ الظُّهْرِ المتأخرة بعد العصر رواه الشيخين ، وَرَكْعَتَيْ الْفَجْرِ بَعْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ لَمَّا نَامَ فِي الْوَادِي عَنْ الصُّبْحِ رَوَاهُ أَبُو دَاوُد بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ، وَفِي مُسْلِمٍ نَحْوُهُ .
وَخَرَجَ بِالْمُؤَقَّتِ الْمُتَعَلِّقُ بِسَبَبٍ كَكُسُوفٍ وَتَحِيَّةٍ فَلَا يُقْضَى 

No comments:

Post a Comment