KISAH SEORANG ANAK PERGI HAJI SENDIRIAN
Seorang tokoh sufi bernama Ibrahim bin Adham dan Fatah Al-Musili pernah bercerita,
*_˝Suatu hari aku pernah berjalan bersama rombongan kafilah melewati gurun pasir…_*
*_Tiba-tiba aku merasa harus segera menyalurkan hajat…_*
*_Akhirnya aku menjauh sejenak dari kafilah untuk menyelesaikan urusanku…_*
_Setelah itu aku melihat ada seorang anak kecil berjalan sendirian._
Aku berkata,
*_“Subhanallah… ditengah gurun pasir ini ada anak kecil berjalan sendirian…!”_*
_Aku mendekatinya dan memberi salam…_
_Dia pun menjawab salamku…_
Kemudian aku bertanya,
*_“Mau kemana engkau…?”_*
Dia menjawab,
*“Aku ingin ke rumah Tuhanku…”*
*_“Sayangku…_*
*_Engkau ini masih kecil…_*
*_Tidak ada kewajiban atau sunnah untukmu (untuk berhaji)…”,_* kataku.
Dia menjawab,
*“Wahai Syaikh… bukankah kau melihat ada seorang anak yang lebih kecil dariku telah mati…?”*
Aku tidak bisa berkata lagi,
*_“Lalu mana kendaraan dan bekalmu…?”_*
Ia menjawab,
*“Bekalku adalah takwaku…*
*Kendaraanku adalah kedua kakiku…* dan
*Tujuanku adalah Tuhanku…”*
Aku pun terheran…
Lalu aku berkata,
*_“Aku tidak melihat ada makanan sedikitpun yang kau bawa…”_*
*“Wahai Syaikh…*
*Apakah pantas jika engkau hendak memenuhi undangan seseorang ke rumahnya…*
*Lalu engkau membawa makanan sendiri dari rumah…?”,* dia balas bertanya.
Aku menjawab,
*_“Jelas tidak pantas…!”_*
*“Yang mengundangku kerumah-Nya…*
*Dia-lah yang memberi makan dan minum untukku…!”,* jawabnya.
Aku pun berkata,
*_“Bergegaslah engkau agar cepat sampai di tujuanmu…!”_*
*“Aku hanya berusaha…*
*Dia-lah yang menyampaikanku pada tujuan…*
*Bukankah engkau pernah mendengar firman Allah swt,*
*وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ*
-٦٩-
*_Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami…_*
*_Kami akan Tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami…_*
*_Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik…”_*
(Al-Ankabut 69)
_Ditengah perbincangan itu, tiba-tiba ada seorang pemuda yang amat tampan datang dengan pakaian putih yang indah._
_Dia langsung memeluk anak kecil itu dan mengucapkan salam kepadanya._
Aku segera mendekatinya dan bertanya,
*_“Demi ketampanan wajahmu…_*
*_Siapa sebenarnya anak kecil ini…?”_*
*“Kau tidak tau siapa dia…?*
*Anak kecil ini adalah Ali bin Husain bin Ali bin Abi thAlib…!”,* jawabnya.
_Aku segera meninggalkan pemuda itu dan mendekati si anak kecil,_
*_“Aku memohon demi ayah-ayahmu…_*
*_Siapa pemuda tampan ini…?”_*
*“Tidak tahukah engkau…*
*Dia adalah saudaraku khidir as…*
*Dia mendatangi kami setiap hari dan mengucapkan salam untuk kami…”,* jawabnya.
*_“Aku memohon demi ayah-ayahmu…_*
*_Beritahukan kepadaku bagaimana engkau melalui padang pasir tanpa membawa bekal…?”,_* tanyaku.
*“Aku membawa 4 bekal…”*
*_“Apakah itu…?”_*
Aku kembali bertanya.
~
*“Aku melihat dunia dan seisinya adalah kerajaan Allah…*
~
*Dan aku melihat seluruh makhluk adalah hamba-hamba Allah…*
~
*Seluruh sebab dan rezeki ada ditangan Allah…*
~
*Dan aku melihat ketentuan Allah pasti terjadi di atas bumi-Nya…”*
Kemudian aku berkata,
*“Sebaik-baik bekal adalah bekalmu…*
*Dan dengan bekal itu engkau akan melalui gurun-gurun akhirat…*
*Apalagi hanya gurun-gurun dunia ini…”*
*وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى*
-١٩٧-
*_Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa…_*”
(Al-Baqarah 197)
اللَّهُـــمَّے صَلّےِ عَلےَ سَـــيِّدِنَا وَحَبِـــيبِنَا وَشَفِـــيعِنَا وَقُرَّةِ اَعيُـــنِنَا وَمَولَانَا مُحَـــمَّد وَعَلےَ آلـِہِ وَصَحـــبِـه
😭🌺😭🌺😭🌺😭
No comments:
Post a Comment